Sekolah LinimasaSD & SMP

Cerita

Huma Talun, kontribusi kami untuk lingkungan

12 Maret 2025

Nama kebun kami pinjam dari kearifan masyarakat Sunda. Huma berarti ladang, dan talun berarti kebun berisi pohon buah yang berumur panjang. Masyarakat adat seperti Baduy dan Kasepuhan Ciptagelar masih mengelola lahan dengan cara ini: memilih tanah dengan cermat agar tidak longsor, tidak memakai pupuk kimia, dan memanfaatkan bahan alami seperti kulit jeruk, daun mengkudu, dan kotoran ayam sebagai pupuk.

Yang paling kami kagumi adalah cara pandangnya: mengurus ladang dianggap erat kaitannya dengan sikap dan perilaku manusia. Hasil panen disimpan di lumbung untuk mencukupi diri sendiri dan sesama, dan dengan cara itu masyarakat Baduy tidak pernah mengalami krisis pangan.

Semangat itulah yang ingin kami tanam lewat Huma Talun, proyek berkebun permakultur Sekolah Linimasa: merawat tanah, bekerja sabar mengikuti musim, dan berbagi hasil.

Latar tentang Huma Talun diringkas dari artikel Wikipedia bahasa Indonesia "Huma Talun".

← Semua cerita